Pujian Palsu

Pujian palsu ~ Landasan firman Tuhan dari tema renungan harian kita kali ini diambil dari Injil Markus 11:9: "Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikut dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama TUHAN".

Lidah kita acap kali tidak konsisten. Apa yang terucap oleh lidah, belum tentu mewakili apa yang ada di dalam hati. Apa yang terucap oleh lidah, acap kali tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Berucap itu ternyata mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Ucapan yang berupa pujian bisa membuat hati orang senang, tetapi siapa tahu kalau di balik pujian itu ada sebenarnya maksud untuk menjatuhkan.

Tepat kalau Yakobus mengingatkan kita: "Dengan lidah kitamemuji TUHAN, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah. Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini saudara-saudaraku tidak boleh demikian terjadi" - Yakobus 3:9-10.

Tentang perkataan yang tidak konsisten, jelas ditujukan kepada penduduk Yerusalem. Ketika Yesus masuk ke kota dengan menunggang seekor keledai, penduduk kota mengelu-elukannya: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, diberkatilah kerajaan yang datang, kerajaan Bapa kita Daud. Hosana di tempat yang maha tinggi" - Markus 11:9-10.

Tapi lidah memang tidak bertulang, mudah berubah. Beberapa hari kemudian dari lidah yang sama muncul hujatan yang sama kepada Yesus: "Salibkan Dia, Salibkan Dia - Markus 15:13-14. Mereka memuji Allah, tetapi pujian mereka adalah pujian palsu.

Menjaga perkataan atau pujian tetap konsisten itu ternyata tidaklah mudah. Pada situasi tertentu kita mudah mengeluarkan puji-pujian kepada Yesus. Kita mengucapkan dengan semangat dan terlihat sungguh-sungguh. Tetapi sayang, tidak semua melakukannya dengan tulus, semua pujian itu jauh dari hati.

Ketika situasi berubah, tidak sesuai seperti yang diharapkan, ucapan kitapun berubah. Pujian itu berubah menjadi kata-kata kekecewaan dan cacian. Mari periksa hidup kita. Setiap kata-kata yang baik, apakah kita konsisten hidup dalam perkataan itu? Dalam satu hari lidah bisa memuji. Di hari lain berubah menjadi cacian. Itulah tanda tidak konsistennya hidup kita.
Pujian Palsu Pujian Palsu Reviewed by Unknown on 4:42 PM Rating: 5
Powered by Blogger.